UAD Bekali Mahasiswa Baru Profesi Apoteker Keterampilan Soft Skill dan Ketahanan Mental

Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui bidang Pusat Pengembangan Karir menggelar pelatihan soft skill bagi mahasiswa baru Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) angkatan 41 pada tanggal 30 Desember 2025 di Ruang Auditorium Kampus 3 UAD. Acara ini bertujuan untuk membekali para calon apoteker dengan kompetensi non-akademik yang krusial sebelum terjun ke dunia kesehatan profesional. Bertempat di kampus UAD, kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, praktisi, serta alumni sukses yang dihadirkan sebagai narasumber inspiratif.
Hadir memberikan arahan langsung, Dekan Fakultas Farmasi UAD, Dr. apt. Lis Wahyuningsih, M.Si., didampingi Ketua Program Studi Profesi Apoteker, Dr. apt. Hafizah Dania, M.Sc. Pelatihan yang diinisiasi oleh Pusat Pengembangan Karir Bimawa ini dirancang sebagai jembatan transisi bagi mahasiswa dari jenjang S1 menuju jenjang profesi yang menuntut tanggung jawab dan integritas yang lebih besar. Dalam sesi materi, ditekankan bahwa kesuksesan di jenjang profesi sangat bergantung pada keteguhan niat dan visi jangka panjang mahasiswa.
Mengingat masa studi profesi yang tergolong padat, mahasiswa didorong untuk menetapkan tujuan yang jelas agar tetap tangguh menghadapi berbagai hambatan akademik. “Niat sangat penting dan sebaiknya ditetapkan sebelum benar-benar melangkah. Ini adalah bentuk penugasan diri untuk bertumbuh dan berkembang,” ujar salah satu narasumber. Selain aspek personal, dukungan keluarga dan orang tua turut digarisbawahi sebagai pilar emosional utama yang mendukung keberhasilan mahasiswa selama menempuh pendidikan profesi.
Kepala Pusat Pengembangan Karir UAD, apt. Hendy Ristiono, MPH., dalam paparannya menyoroti pentingnya kemampuan adaptasi (adaptability) dan kelincahan (agility) di era digital. Belajar dari pengalaman pandemi COVID-19, sektor kesehatan terbukti menjadi garda terdepan yang sangat dinamis. Oleh karena itu, lulusan apoteker UAD tidak hanya dituntut menguasai teori klinis, tetapi juga harus responsif terhadap perubahan serta memiliki kepercayaan diri dalam memberikan penilaian profesional di lapangan.
Selain aspek individu, mahasiswa diberikan strategi belajar kelompok yang efektif. Berbeda dengan jenjang S1 yang cenderung kompetitif, pada jenjang profesi ini semangat “lulus bareng” dan kolaborasi tim menjadi kunci untuk memitigasi beban emosional dan akademik yang tinggi. Sesi ditutup dengan diskusi mengenai motivasi pengabdian, di mana salah satu peserta, Umar, mengungkapkan bahwa profesi apoteker adalah amanah untuk melayani umat secara profesional. Melalui pelatihan ini, Bimawa UAD berharap maba PSPA angkatan 41 dapat menjalani masa studi dengan optimal dan matang secara kepribadian.
