Mahasiswa Baru Profesi Apoteker UAD Dibekali Soft Skill Hadapi Dunia Kerja Kesehatan

Yogyakarta – Di tengah tantangan dunia kerja kesehatan yang semakin kompetitif, kesiapan mental dan keterampilan nonakademik menjadi bekal penting bagi calon tenaga kesehatan. Hal inilah yang mendorong Pusat Pengembangan Karir Biro Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Pelatihan Soft Skill bagi Mahasiswa Baru Program Profesi Apoteker.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Auditorium Kampus 3 Universitas Ahmad Dahlan, dan diikuti oleh mahasiswa baru Program Profesi Apoteker Fakultas Farmasi UAD.
Pelatihan ini menghadirkan jajaran pimpinan fakultas dan universitas, di antaranya Dekan Fakultas Farmasi UAD Dr. apt. Lis Wahyuningsih, M.Si, Kepala Pusat Pengembangan Karir UAD apt. Hendy Ristiano, S. Far., M. PH., serta Ketua Program Studi Profesi Apoteker Dr. apt. Hafizah Dania, M.Sc, bersama para narasumber dari kalangan akademisi dan alumni.
Dalam sambutannya, Kepala Pusat Pengembangan Karir UAD, apt. Hendy Ristiano, menegaskan bahwa mahasiswa profesi apoteker perlu dibekali lebih dari sekadar kemampuan akademik. Menurutnya, dunia kerja membutuhkan lulusan yang adaptif, berintegritas, serta mampu berkomunikasi dan bekerja sama dengan baik.
“Profesi apoteker tidak hanya soal keilmuan, tetapi juga soal kesiapan mental, etika, dan tanggung jawab. Soft skill menjadi faktor penting agar mahasiswa mampu bertahan dan berkembang di dunia kerja,” ujarnya.
Pelatihan ini dirancang untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dalam masa transisi dari jenjang Sarjana Farmasi menuju Program Profesi Apoteker. Para peserta dibekali materi mengenai penetapan tujuan jangka panjang, penguatan niat dalam menempuh pendidikan profesi, serta pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan.
Salah satu narasumber yang merupakan alumni Fakultas Farmasi UAD berbagi pengalaman personalnya dalam menjalani pendidikan profesi apoteker. Ia menekankan bahwa niat yang kuat menjadi kunci utama untuk menghadapi tekanan akademik dan tantangan selama proses studi.
“Niat sebaiknya ditetapkan sebelum benar-benar melangkah. Ketika niat sudah lurus, mahasiswa akan lebih siap menghadapi berbagai kesulitan yang muncul di tengah perjalanan,” tuturnya.
Selain motivasi dan penguatan mental, pelatihan ini juga menyoroti strategi belajar efektif. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya mengandalkan hafalan, tetapi memahami konsep, aktif berdiskusi, serta membangun kolaborasi melalui kelompok belajar.
Materi lain yang tak kalah penting adalah kemampuan adaptif dan kepercayaan diri dalam dunia kerja kesehatan. Narasumber menekankan bahwa meskipun sektor kesehatan memiliki peluang kerja besar, persaingan antar lulusan juga semakin ketat.
“Adaptasi terhadap perubahan, kemampuan komunikasi, dan kepercayaan diri menjadi pembeda utama di dunia kerja. Lulusan apoteker harus mampu menunjukkan keunggulan dirinya,” kata pemateri.
Melalui pelatihan soft skill ini, UAD berharap mahasiswa baru Program Profesi Apoteker dapat menjalani pendidikan dengan lebih siap, tidak hanya untuk menyelesaikan studi, tetapi juga untuk mengabdi secara profesional kepada masyarakat.
Kegiatan ini menjadi langkah awal Universitas Ahmad Dahlan dalam mencetak apoteker yang adaptif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan dunia kesehatan yang terus berkembang.
