Eksplorasi Ruang dan Rasa, Peserta Fotografi PEKSIMUDA 2026 Abadikan Sisi Humanis Yogyakarta

Gelaran Pekan Seni Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (PEKSIMUDA) 2026 yang berlangsung pada Rabu (14/1/2026) di Kampus 4 UAD menjadi panggung bagi lahirnya talenta seni dari latar belakang yang tak terduga. Salah satu kategori yang paling diminati adalah lomba fotografi, yang membuktikan bahwa ketajaman lensa mahasiswa mampu bersanding harmonis dengan berbagai disiplin ilmu akademik, mulai dari teknik hingga humaniora.
Bagi banyak peserta, termasuk Edgar Alfian dari Teknik Industri, keterlibatan dalam dunia fotografi bermula dari alasan yang sangat personal, yakni hobi berjalan-jalan. “Saya tertarik sama fotografi itu karena berawal dari aku suka jalan-jalan, jadi ingin mengabadikan momen-momen itu agar bisa dikenang di kemudian hari,” ungkap Edgar di sela-sela perlombaan.
Dalam kompetisi kali ini, para peserta menghadapi tantangan tema “Mata Lensa, Mata Hati”. Dengan durasi waktu satu setengah jam, kawasan bersejarah Kota Gede dipilih menjadi lokasi eksplorasi utama. Menariknya, para peserta tidak menargetkan lokasi secara kaku, melainkan memilih melakukan hunting secara acak guna mendapatkan momen interaksi manusia yang organik di tengah hiruk-pikuk pasar dan pemukiman warga Yogyakarta.
Karya-karya yang dihasilkan menonjolkan teknik framing yang unik. Edgar, misalnya, berusaha menggambarkan sudut pandang mata manusia melalui bidikannya. “Di hasil karya saya itu menggambarkan di mana saya melihat dari sudut pandang mata. Saya membuat foto itu dengan framing seakan-akan itu penglihatan dari mata kita sendiri, melihat ibu dan buah hatinya sebagai pusat emosi,” jelasnya mengenai makna di balik jepretannya.
Selama proses pencarian foto di Kota Gede, para mahasiswa mendapatkan pengalaman berharga karena bisa berinteraksi langsung dengan model dan warga sekitar, termasuk para pengrajin perak. Pengalaman tersebut memberikan dimensi baru bahwa fotografi bukan sekadar teknis, melainkan tentang membangun koneksi. “Seru sih sebenarnya, aku juga tidak tahu kalau Peksimuda bakal sebesar ini. Ini benar-benar menjadi motivasi untuk mengembangkan karya seni,” tambah Edgar dengan antusias.
Penyelenggaraan PEKSIMUDA tahun ini pun dinilai sangat profesional dan berskala besar. Hal ini menjadi motivasi besar bagi para mahasiswa untuk terus mengembangkan jiwa seni mereka. Melalui keberanian mengikuti ajang ini, mahasiswa membuktikan bahwa minat di bidang seni tidak harus dibatasi oleh latar belakang program studi. Percaya diri dan berani berkreasi menjadi kunci utama dalam menciptakan karya yang jujur dan menyentuh hati.
