UAD Lepas Tiga Tim Abdidaya Menuju UM Malang, Siap Tampilkan Hasil Terbaik dari Desa Binaan

Yogyakarta – Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BIMAWA) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi melepas tiga tim mahasiswa yang berhasil lolos Kompetisi Abdidaya 2025 melalui acara yang diselenggarakan Biro Kemahasiswaan dan Alumni pada Rabu, 3 Desember 2025. Acara berlangsung di Hall Lantai 1 Gedung Utama Kampus 4 UAD pada pukul 08.00 WIB dan dihadiri oleh unsur pimpinan kampus, pendamping program, serta para mahasiswa peserta.
Dalam sambutan pembuka, perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyampaikan apresiasi terhadap pencapaian para mahasiswa yang akan maju ke tingkat nasional. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras tim serta kolaborasi berbagai pihak di lingkungan kampus. “Kami di LPPM berupaya memberikan rekognisi terhadap kegiatan yang berkaitan dengan mahasiswa, termasuk dalam pengabdian masyarakat. Insyaallah kebanggaan ini tidak hanya milik UAD, tetapi juga daerah binaan yang telah didampingi oleh mahasiswa. Saat berangkat ke Malang, Anda membawa nama kampus, nama persyarikatan, dan nama desa binaan. Dengan ikhtiar dan doa, semoga membawa hasil terbaik. Jaga kesehatan dan saling mendoakan,” ujarnya.
Arahan juga disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Gatot Supriyadi. Ia menuturkan bahwa proses seleksi Abdidaya tahun ini berlangsung panjang dan penuh dinamika, sehingga dibutuhkan kesiapan yang kuat dari mahasiswa maupun pendamping. “Proses seleksi sangat panjang dan melibatkan berbagai tahapan. Karena itu, kami berterima kasih kepada seluruh tim PKM Center dan para pendamping yang telah memanajemen kegiatan ini dengan baik. UAD selama ini memiliki portofolio yang baik dalam pelaksanaan PPK Ormawa, dan pencapaian tahun ini kembali menambah deretan prestasi tersebut,” tuturnya.
Gatot juga memberikan selamat kepada tiga tim yang berhasil lolos—HMPS Teknologi Pangan, IMM Farmasi, dan BEM Fakultas Psikologi. Menurutnya, keikutsertaan mereka merupakan bentuk komitmen mahasiswa UAD dalam pengabdian masyarakat. “Yang terpenting bukan hanya penghargaan, tetapi pengalaman. Pengalaman inilah yang akan membentuk kita menjadi pribadi yang lebih berkembang. Pastikan keberangkatan berjalan dengan aman, dan semoga hasil terbaik dapat diraih. Namun jika pun belum, pengalaman yang didapat tetap merupakan pencapaian berharga,” imbuhnya.
Dalam wawancara terpisah, Pembina PKM Center UAD, Endang, mengungkapkan bahwa ketiga tim yang berangkat telah menunjukkan performa yang meyakinkan sejak tahap visitasi hingga presentasi. Ia menyatakan bahwa semangat mahasiswa dalam menjalankan program sangat kuat, tercermin dari penguasaan mereka terhadap isu dan kebutuhan desa masing-masing. “Mereka adalah tim yang kuat. Saat visitasi, presentasinya mendapatkan skor baik. Semangat mereka dalam menjalankan program sama kuatnya seperti ketika menempuh perkuliahan. Masing-masing menguasai permasalahan dan solusi yang akan diterapkan di desa binaan. Insyaallah ketika berangkat, mereka akan menampilkan yang terbaik,” jelasnya.
Endang menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari pendampingan intensif yang dilakukan antara PKM Center dan Biro Kemahasiswaan. Pendampingan tersebut mencakup pemantauan kegiatan, pelatihan, supervisi pendamping program, hingga penyelesaian administrasi. “Kami selalu mendampingi mereka, memastikan aktivitas sesuai proposal, dan mempersiapkan segala kebutuhan untuk kompetisi ini. Supervisi dilakukan secara berkala, dan administrasi juga kami bantu agar tidak ada yang terlewat,” ujarnya.
Kegiatan pelepasan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UAD. Seluruh peserta berharap keberangkatan ke Malang berjalan lancar dan memberikan pengalaman terbaik bagi mahasiswa. Dengan persiapan yang panjang, koordinasi yang solid, serta semangat pengabdian yang kuat, UAD optimistis bahwa ketiga tim akan tampil maksimal dalam Kompetisi Abdidaya 2025.
