Sesi pertama dibuka oleh Nanik Arkiyah M.IP, Kepala Urusan Tata Usaha dan Layanan Pemustaka. Ia menjelaskan berbagai fasilitas perpustakaan UAD yang terdiri dari enam unit.Nanik mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan seluruh sumber daya akademik yang tersedia guna mendukung proses belajar mereka.
“Perpustakaan UAD menyediakan layanan sirkulasi, literasi informasi, hingga cek kesamaan karya. Semua ini diakses melalui platform digital seperti Web Perpustakaan, OPAC katalog, dan Eprints UAD,” jelasnya.
Dengan layanan tersebut, perpustakaan diharapkan dapat menjadi pusat informasi bagi mahasiswa dalam mengakses referensi akademik secara optimal.
“Kami ingin mahasiswa memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat penelitian dan pengembangan akademik,” imbuhnya.
Selanjutnya, Dr. Dody Hartanto M.Pd, Ketua Ikatan Bimbingan Konseling Perguruan Tinggi, menyampaikan materi bertajuk Belajar Seni Hidup dan Kuliah Bahagia. Dr. Dody menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental selama menjalani masa kuliah yang penuh tantangan.
“Mahasiswa sering mengalami kelelahan, kebingungan, dan stres, terutama di era digital ini,” ujarnya.
Untuk itu, ia memperkenalkan Rumus Anti Stres 325 yang berfokus pada tiga aspek utama: menjaga kesehatan, kebahagiaan, serta ungkapan rasa cinta dan kasih sayang. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terlalu membandingkan diri dengan orang lain serta pentingnya komunikasi untuk mencegah masalah kesehatan mental.
Isu penting lainnya yang dibahas dalam acara ini adalah pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kampus. Dr. Tri Wahyuni Sukesi, Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UAD, memaparkan urgensi penanganan kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi.
“Mayoritas korban kekerasan seksual di kampus adalah mahasiswa, dan ironisnya, pelaku sering berasal dari kalangan dosen,” ungkap Dr. Tri Wahyuni.
Satgas PPKS UAD dibentuk untuk menyediakan saluran pelaporan dan penanganan profesional terhadap kasus-kasus tersebut. Ia juga mengajak seluruh elemen kampus untuk bersinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan.
Acara ini ditutup dengan pemaparan dari dr. Mu’alim Hawari, MMR, Direktur RS UAD, yang memperkenalkan fasilitas kesehatan kampus. Rumah Sakit UAD, yang berlokasi di Sleman, Yogyakarta, menawarkan berbagai layanan kesehatan untuk mahasiswa dan masyarakat sekitar.
“Kami hadir dengan moto ‘Menolong dengan Ramah’ dan menyediakan layanan kesehatan komprehensif mulai dari rawat jalan, rawat inap, hingga instalasi gawat darurat,” ujar dr. Mu’alim.
Dengan adanya rumah sakit ini, mahasiswa diharapkan dapat merasa lebih aman dan nyaman karena memiliki akses layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas. Melalui acara Orientasi Layanan Kemahasiswaan ini, UAD berupaya memberikan berbagai dukungan agar mahasiswa dapat menjalani masa perkuliahan dengan aman, nyaman, dan sejahtera. Mahasiswa pun diharapkan mampu memanfaatkan layanan yang ada untuk mengoptimalkan potensi diri, baik di bidang akademik maupun non-akademik.