PEMBINAAN TIM PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA LOLOS PIMNAS
Yogyakarta – Dalam persiapan menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali membina beberapa tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang berhasil lolos pada (9/7/2024). Dua tim dari UAD berhasil menonjol dengan inovasi yang mereka usung serta kerja sama tim yang solid.
Salah satu tim yang berhasil lolos PIMNAS adalah tim dari Fakultas Farmasi yang mengangkat inovasi bertajuk “Cegah Cemaran Pestisida Paraquat: Potensi Ekstrak Bandotan (Ageratum conyzoides L.) untuk Menjaga Kesehatan Darah dan Sistem Ekskresi secara In Vivo.” Proyek ini berfokus pada pemanfaatan ekstrak tanaman Bandotan sebagai solusi untuk mencegah kontaminasi pestisida yang dapat membahayakan kesehatan manusia.
Menurut Intan Faya Nurazizah, Ketua tim, tantangan terbesar yang dihadapi timnya adalah menyikapi perbedaan karakter di antara anggota tim dan manajemen waktu. “Kami harus mengatur waktu dengan baik dan yang paling penting adalah mengendalikan ego masing-masing anggota tim,” ungkapnya. Tantangan ini, menurutnya, bisa diatasi berkat pembinaan intensif yang diberikan oleh kampus.
Pembinaan tersebut tidak hanya meliputi pelatihan teknis, tetapi juga melatih mental tim dalam menghadapi kompetisi nasional seperti PIMNAS. “Pembinaan mulai dari sosialisasi PKM hingga prosedur yang harus dijalankan sesuai pedoman Kemdikbud sangat membantu tim kami lolos menuju PIMNAS,” jelasnya.
Harapan dari tim ini adalah semakin banyak tim PKM UAD yang dapat lolos ke PIMNAS di masa depan dan memiliki kekuatan tim yang solid serta kompak.
Sementara itu, tim dari Program Studi Kesehatan Masyarakat mengangkat tema edukasi siaga bencana sebagai fokus inovasinya. Aida Calista, Ketua tim tersebut, menjelaskan bahwa mereka menggunakan Game Best Learning untuk anak SD, sebuah media pembelajaran berbasis game board untuk mengedukasi anak-anak sejak dini tentang kesiapsiagaan bencana, yang mereka sebut dengan metode Nalaria. “Kami mengadakan pembelajaran tentang siaga bencana menggunakan game board sebagai media utamanya,” kata Aida.
Sasaran dari program ini adalah Anak SD di daerah Bantul, Yogyakarta, yang rentan terhadap risiko bencana gempa bumi. Melalui pendekatan edukatif yang interaktif dan mudah dipahami, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi bencana di masa mendatang.
Dua tim ini merupakan hasil dari pembinaan intensif yang dilakukan oleh UAD melalui BIMAWA (Biro Kemahasiswaan dan Alumni). Proses pembinaan mencakup berbagai aspek, mulai dari persiapan mental hingga penyusunan materi yang akan dipresentasikan di PIMNAS. Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan inovator-inovator muda yang tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional tetapi juga berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan lolosnya dua tim ini ke PIMNAS, UAD terus membuktikan bahwa pembinaan yang baik serta kerja sama tim yang solid dapat membawa mahasiswa meraih prestasi di tingkat nasional. Kedua tim berharap bahwa inovasi mereka dapat diterima dengan baik di PIMNAS dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Penulis : Ajizah Rizki Tayani